Selasa, 06 Mei 2014

Kasih sayang ibu



KASIH SAYANG IBU

Tuhan mempunyai maksud tertentu ketika menciptakan manusia, dan maksud tersebut menjadi tugas bagi setiap manusia yang dilahirkan dimuka Bumi ini. Agar masing-masing manusia dapat menjalan tugas yang diembannya, Tuhan tidak pernah lupa memberi  fasilitas yang unik kepada masing-masing orang yang kemudian dinamakan bakat. Kalau saja setiap orang bisa menemukan bakatnya masing-masing itu berarti bahwa kita bisa menemukan jalan suksesnya masing-masing.

Dan untuk bisa memdapatkan Tiket masuk kejalan tersebut dibutuhkan do’a ibu, karena Ibu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dimata Tuhan.
Semoga percakapan berikut dapat mengingatkan kita masing-masing bahwa untuk mendapatkan tiket kejalan sukses, kita harus bisa menjaga prilaku, dengan cara memelihara hubungan yang baik kepada Ibu kita.

Suatu ketika seorang bayi siap untuk lahir ke Dunia.
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan.
Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau mengirimku ke Dunia, bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.

Tuhan menjawab : Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.
Apa yang saya lakukan di Surga bernyanyi dan tertawa sudah cukup membuat saya bahagia. Kata si Bayi.

Tuhan menjawab : malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya, dan akan lebih bahagia.
Apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu? Si Bayi bertanya lagi.
Tuhan menjawab : malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.
Saya mendengar bahwa di Bumi banyak Orang jahat, siapa yang akan melindungi saya? Kembali Si Bayi bertanya lagi.
Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab : malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun.

Tapi saya akan sangat bersedih karena tidak melihat Engkau lagi, kata si Bayi
Tuhan menjawab lagi : malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.
Saat itu surga begitu tenang sehingga suara dari Bumi terdengar begitu jelas, si Bayi dengan suara lirih bertanya lagi.

Tuhan jika aku pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahmu nanti?
Tuhan menjawab : kamu dapat memanggil malaikatmu IBU.
Kenanglah IBU yang selalu menyayangimu, selalu meneteskan air mata bila kau pergi.
Ingatkah engkau :
Ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak, dengan dua selimut yang membalut tubuhmu.

Ingatkah engkau ;
Ketika jemarinya lembut mengusap kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata Ibumu, ketika melihatmu berbaring sakit?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menanti kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan, kembalilah memohon maaf pada Ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang.
Segera jenguk Ibumu yang berdiri menantimu didepan pintu bahkan sampai malampun kiat larut.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau riduka dimasa datang, ketika Ibu telah tiada tak ada lagi yang berdiri didepan pintu menyambut kita, tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia, yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya, tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendoakanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera dan peluklah Ibu yang selalu menyayangimu, ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir ayatnya.
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya, sampai kapanpun jasanya tak akan pernah terbalas.

Pembaca yang budiman 
goresan ini bukan murni dari pemikiran penulis, untuk itu penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila diantara pembaca merasa tulisannya ada pada kalimat-kalimat yang tertera dalam goresan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar